09 Mei 2009
Blog yang Terbengkalai
Blog ini cukup lama terbengkalai tanpa asupan kata-kata. Entah mengapa, mungkin karena FB, mungkin karena nulis di tempat lain. Mungkin juga karena memang episode hidup sedang pada titik biasa-biasa saja yang tak cukup bermakna untuk dituangkan dalam tulisan. Hmm, iya sih. Mestinya ini jadi semacam milestone... Tapi mau mulai refleksi dari mana? Karena titik-titik perhentian itu menjadi kabur. Bener deh, kalau Fajar Ramadhitya P yang dulu baru lulus kuliah ketemu Fajar Ramadhitya P yang sekarang, pasti dia geleng-geleng kepala...
Sebenarnya kepala ini sedang dihinggapi seexa gagasan-gagasan, mulai dari ide cerita ‘Da Vinci Code’-nya Islam, Perang dengan Bakteri, dan ... banyak lagi deh pokonya mah. Oh ya lagi-lagi jatuh cinta (masa bisa jatuh cinta empat kali dalam setahun, dasar cowok).
06 Mei 2009
Serunya Teh Darat Netsains dan Kawan-kawan
Senin kemarin ketika ke sekolah, saya menenteng seabrek buku, oleh-oleh dari acara ’When Bloggers and Mailisters Collide’. Ada Simfoni Inovasi-nya pak Kusmayanto Kadiman, ada buku kumpulan artikel Iptek di media massa, ada juga buku Sehat Tanpa Obat (wah, apoteker dikasih buku ini? >_<) dan buku-buku lain yang bagoes-bagoes. Selain seabrek buku-buku keren itu, ada juga oleh-oleh tumbuhan penolak nyamuk.
Acaranya membahas tentang seluk beluk blog, milis dan digital campaign dengan pembicara yang kompeten di bidang masing-masing, ada Pak Agus Hamonangan yang memoderatori milis Forum Pembaca Kompas, ada Pak Wicaksono, yang di dunia blog lebih dikenal sebagai Ndoro Kakung, ada Bu Shinta dari Bubu Awards. Dari banyak pembahasan dari ketiga pemateri, ada satu pernyataan dari Pak Wicaksono yang mengatakan tentang cek mundur untuk mereka yang melakukan sesuatu yang mencerahkan. Tak perlu menunggu lama untuk menyadari pembuktian ucapan itu. Ayo semangat, mari keluar dari belenggu penyakit rabun membaca dan lumpuh menulis. Cerdaskan anak bangsa!
Selain diskusi, ada juga acara jalan-jalan di kebun tanaman seantero nusantara (ada yang tahu ada buah gabungan nangka dan cempedak? Nangkadak), tak lupa pemaparan mengenai teknologi wimax sambil diselingi hiburan dan makan-makan. Oh ya, makannya pake nasi hasil teknologi radiasi lho, keren kan? Ada juga Bakso Lapangan Tembak, Nasi Bogana, Kimchi, Bihun ultah, kopi Toraja "Camus" dll.
Waktu itu berangkat pukul 6 setengah sambil mengingat-ngingat kalau Ristek itu lokasinya deket stasiun TV yang katanya milik kita bersama atau deket sebuah perusahaan asuransi. Tapi akhirnya datang juga pukul tujuh lebih sedikit. Tak berapa lama kemudian registrasi sama panitia. Dapet kaos dari founder Netsains, hmm.. ukurannya XL padahal kan saya pakenya Mentari. Tapi ga papa, setidaknya aman tidak jadi diceburin ke kolam deket Ristek. Berangkatlah bareng Pangdam (numPang Damri) menuju Puspiptek Serpong.
Mari keluar dari belenggu penyakit rabun membaca dan lumpuh menulis
Acaranya membahas tentang seluk beluk blog, milis dan digital campaign dengan pembicara yang kompeten di bidang masing-masing, ada Pak Agus Hamonangan yang memoderatori milis Forum Pembaca Kompas, ada Pak Wicaksono, yang di dunia blog lebih dikenal sebagai Ndoro Kakung, ada Bu Shinta dari Bubu Awards. Dari banyak pembahasan dari ketiga pemateri, ada satu pernyataan dari Pak Wicaksono yang mengatakan tentang cek mundur untuk mereka yang melakukan sesuatu yang mencerahkan. Tak perlu menunggu lama untuk menyadari pembuktian ucapan itu. Ayo semangat, mari keluar dari belenggu penyakit rabun membaca dan lumpuh menulis. Cerdaskan anak bangsa!
Selain diskusi, ada juga acara jalan-jalan di kebun tanaman seantero nusantara (ada yang tahu ada buah gabungan nangka dan cempedak? Nangkadak), tak lupa pemaparan mengenai teknologi wimax sambil diselingi hiburan dan makan-makan. Oh ya, makannya pake nasi hasil teknologi radiasi lho, keren kan? Ada juga Bakso Lapangan Tembak, Nasi Bogana, Kimchi, Bihun ultah, kopi Toraja "Camus" dll.
Waktu itu berangkat pukul 6 setengah sambil mengingat-ngingat kalau Ristek itu lokasinya deket stasiun TV yang katanya milik kita bersama atau deket sebuah perusahaan asuransi. Tapi akhirnya datang juga pukul tujuh lebih sedikit. Tak berapa lama kemudian registrasi sama panitia. Dapet kaos dari founder Netsains, hmm.. ukurannya XL padahal kan saya pakenya Mentari. Tapi ga papa, setidaknya aman tidak jadi diceburin ke kolam deket Ristek. Berangkatlah bareng Pangdam (numPang Damri) menuju Puspiptek Serpong.
Mari keluar dari belenggu penyakit rabun membaca dan lumpuh menulis
03 Maret 2009
Apoteker Bukan Tempat Pengabdian Profesi Saja
Di Ilmu Farmasi ada artikel yang menyerukan agar apoteker mengambil alih apotek. Heh, ngga salah nih? Memang maksudnya apa. Sayangnya di artikel tersebut tidak menyediakan fasilitas berkomentar (hari genee? Era web 2.0 gitu loh). Jadi saya tuangkan lewat blog ini saja, siapa tahu nyampe ke penulisnya.
Begini ya mas, peran apoteker sebagai drug informer (kenapa sih ngga bilang penyedia informasi obat aja?), bukannya sulit dilakukan karena pemilik apotek bukan apoteker. Ini penarikan kesimpulan yang salah dan tentu saja tidak logis. Karena tidak ada hubungannya. (kalau pun ada, hubungannya bukan sebab akibat).
Lagi pula siapa bilang kalau apoteker yang punya, orientasi bisnisnya tidak mendominasi. Ini mah balik lagi ke orangnya mas, nggak ada hubungan apoteker atau bukan. Jadi wacana yang katanya ideal bahwa “apotek seharusnya hanya boleh didirikan, dimiliki dan dikelola oleh seorang apoteker” adalah pemikiran narsis yang terlalu menyederhanakan persoalan. Apoteker bukan malaikat. PSA (yang bukan apoteker) juga bukan mahluk yang harus dibasmi seperti bakteri (bakteri aja mungkin tidak perlu dibasmi).
Sepakat?
Langganan:
Postingan (Atom)