Dunia ini mimpi, tak lama lagi kau akan terbangun
Lalu kau ditanya
Kemana saja engkau
Bukan hanya hari ini
Tapi kemana saja engkau selama hidup
Apa saja yang kau lakukan
Apa yang telah kau siapkan
Harta, Tahta, dunia tiada berguna
Hanya amal dan ridha Allah
Tapi mimpi ini mimpi indah yang terasa begitu nyata
Membawamu terbang melanglang buana
Tapi kau harus bangun, dan bersegera
Bersiap untuk pulang dan kembali
Ke kampung halaman akhirat nanti
Hidup itu lebih seru dari kisah fiksi
Begitu pun hidup saya dan anda
Saya percaya itu
12 Februari 2017
07 Oktober 2016
Pilih Produk dengan Izin Edar
Pada sebagian besar masyarakat kita, ibu biasanya memegang peranan penting
dalam menentukan pilihan produk yang dikonsumsi dan digunakan oleh keluarga. Ketika dihadapkan pada sejumlah pilihan, tentunya pilihan dengan risiko yang
paling kecil sebaiknya dipilih.
Sebagai konsumen, kita tentu mengharapkan produk barang
atau jasa dengan mutu yang baik. Beragamnya persepsi konsumen mengenai konsep
produk menghasilkan pengertian yang luas mengenai mutu. Secara umum, mutu
merupakan sekumpulan karakteristik yang melekat pada produk, yang menjadi
parameter bagi konsumen dalam menentukan keberterimaan produk. Mutu pada
umumnya diterapkan dalam bentuk standar dan spesifikasi yang secara konsisten
diterapkan.
Perkembangan konsep mutu menjalani lima tahap sebagai berikut. Tahap
pertama dikenal sebagai era tanpa mutu, saat mutu belum menjadi perhatian dalam
pembuatan suatu produk. Minimnya penyedia lain sehingga tidak terjadi
persaingan usaha yang sehat. Konsumen akan (terpaksa) mengonsumsi produk yang
ada meski pun mutunya buruk. Tahap kedua mulai berlangsung sekitar tahun
1800-an, dimana produk akhir diinspeksi sebelum dipasarkan. Tahap ketiga,
dengan pengendalian mutu secara statistik untuk mendeteksi penyimpangan yang
terjadi pada produk yang diproduksi. Tahap keempat mulai berkembang tahun
1950-an, yakni era jaminan mutu. Upaya mencegah kerusakan diyakini lebih baik
daripada upaya memperbaiki cacat yang terjadi. Tahap kelima, dikenal sebagai
Manajemen Mutu Total yang melibatkan semua stakeholder
dalam memperbaiki proses secara berkesinambungan untuk memenuhi dan bahkan melampaui harapan pelanggan.
Pengawasan mutu merupakan bagian penting yang tidak dapat terpisahkan dalam industri farmasi, baik obat, obat tradisional, kosmetika, maupun makanan. Pengawasan mutu melibatkan penerapan pengetahuan terkini tentang berbagai
metode analisis berikut cara memvalidasi metode analisis tersebut, berbagai
instrumen yang digunakan dalam analisis, penanganan sediaan farmasi mulai dari
bahan baku hingga pemantauan produk sediaan farmasi setelah diedarkan di
masyarakat. Penerapan pengawasan mutu pada industri farmasi maupun makanan adalah untuk menjamin bahwa produk yang dibuat sudah
memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Asimetri Informasi
Pada saat kita memilih produk
keperluan sehari-hari di rumah tangga, umumnya kita tidak
mengetahui dengan baik mutu produk-produk tersebut. Produsenlah yang mengetahui dengan baik mutu produk yang dihasilkannya
dibanding konsumen. Secara
tidak langsung hal ini dapat merugikan konsumen dan juga menghambat
terciptanya persaingan usaha yang sehat. Ketika salah satu atau
beberapa pihak yang terlibat dalam suatu proses transaksi memiliki informasi
lebih banyak dibandingkan dengan pihak lain, maka suatu kondisi asimetri
informasi sedang berlangsung.
Untuk menghindari terjadinya hal ini kemudian kita mengenal istilah garansi
atau jaminan yang diberikan oleh produsen untuk produk yang mereka hasilkan. Garansi
ini adalah satu bentuk upaya untuk memperkecil asimetri informasi, karena dengan
adanya garansi ini konsumen memperoleh informasi tambahan bahwa produk tersebut
telah memenuhi standar tertentu. Selain dari garansi yang diberikan oleh
produsen kita juga mengenal garansi atau jaminan yang diberikan oleh lembaga seperti Badan Standarisasi Nasional. Standar ini dapat
bersifat wajib atau suka rela untuk diterapkan.
Selain garansi, jaminan serupa ini diberikan secara tidak langsung melalui izin edar. Untuk produk farmasi, alat kesehatan dan makanan, izin edar
dikeluarkan oleh baik oleh Badan POM, Kementerian Kesehatan dan atau Dinas
Kesehatan. Kosmetika misalnya memiliki kode NA setelah
mendapatkan notifikasi. Izin edar makanan dibagi menjadi dua, yakni untuk industri besar mendapatkan kode MD atau ML
sementara untuk industri rumah tangga PIRT. Obat dikelompokkan berdasarkan nama generik atau dagang (G atau D), golongan
obat (bebas, bebas terbatas, keras, dsb) dan tempat produksinya. Obat tradisional dibedakan menjadi TR (jamu), OHT (obat
herbal terstandar) dan FF (fitofarmaka). Alat kesehatan dibedakan menjadi produksi dalam dan luar negeri
(AKD dan AKL), demikian pula perbekalan kesehatan
rumah tangga (PKD dan PKL).
Produk farmasi dan makanan merupakan produk dengan risiko karena menyangkut
kesehatan dan keselamatan manusia. Pendaftaran produk akan meminimalkan satu
faktor risiko. Karena itu, pilihan yang paling tepat secara rasional dan
emosional tentunya adalah memilih produk dengan izin edar. Sebagaimana cinta
seorang ibu pada anaknya akan mendorongnya untuk memberikan yang terbaik bagi yang dicintainya. Tidak ada alasan untuk
selainnya.
11 November 2015
Makanan dan Kenangan
Konon katanya, salah satu bentuk kebahagiaan adalah, di antaranya yakni bisa makan apa saja yang diinginkan tanpa perlu mengkhawatirkan kenaikan berat badan. Bagiku itu satu, dan satunya lagi itu, kamu. Dan saat makan bersama kamu, bahagiaku tak lagi satu, tapi menjadi dua, berlipat ganda.
Pada umumnya kita manusia menyukai gratisan, biasanya. Itu sebabnya tak sedikit yang membeli barang yang tak diperlukan dan tak diinginkannya sebetulnya, toh membelinya juga karena ada promo beli satu gratis satu dan semacamnya. Kesenangan saat makan bersama kamu bukan karena gratis, karena berganti-ganti siapa yang membayar beberapa kali kita makan. Terkadang aku, sesekali kamu. Tak apa. Asalkan kita sama-sama menyepakatinya. Kita boleh jadi tetap memiliki perbedaan-perbedaan di antara persamaan yang ada. Tidak mengapa, asalkan kita senantiasa memaknainya dengan bijaksana, menjadikannya warna dalam lukisan pelangi hidup kita.
Perbincangan, mungkin itu yang menjadikan aktivitas makan kita menjadi berkesan dan menjelma kenangan. Percakapan saat menunggu pesanan, di sela-sela kunyahan, juga saat hidangan habis tanpa sisa di piring berpindah ke perut kita. Tentang kamu, tentang aku, tentang kita. Tentang persamaan-persamaan kita, tentang apa yang membuat kita berbeda, dan tentunya mengapa kita dipertemukan. Mengapa kita dipertemukan...
Terima kasih ya telah sering menemani aku makan.
Langganan:
Postingan (Atom)