07 Oktober 2016

Pilih Produk dengan Izin Edar

Pada sebagian besar masyarakat kita, ibu biasanya memegang peranan penting dalam menentukan pilihan produk yang dikonsumsi dan digunakan oleh keluarga. Ketika dihadapkan pada sejumlah pilihan, tentunya pilihan dengan risiko yang paling kecil sebaiknya dipilih.
Sebagai konsumen, kita tentu mengharapkan produk barang atau jasa dengan mutu yang baik. Beragamnya persepsi konsumen mengenai konsep produk menghasilkan pengertian yang luas mengenai mutu. Secara umum, mutu merupakan sekumpulan karakteristik yang melekat pada produk, yang menjadi parameter bagi konsumen dalam menentukan keberterimaan produk. Mutu pada umumnya diterapkan dalam bentuk standar dan spesifikasi yang secara konsisten diterapkan.
Perkembangan konsep mutu menjalani lima tahap sebagai berikut. Tahap pertama dikenal sebagai era tanpa mutu, saat mutu belum menjadi perhatian dalam pembuatan suatu produk. Minimnya penyedia lain sehingga tidak terjadi persaingan usaha yang sehat. Konsumen akan (terpaksa) mengonsumsi produk yang ada meski pun mutunya buruk. Tahap kedua mulai berlangsung sekitar tahun 1800-an, dimana produk akhir diinspeksi sebelum dipasarkan. Tahap ketiga, dengan pengendalian mutu secara statistik untuk mendeteksi penyimpangan yang terjadi pada produk yang diproduksi. Tahap keempat mulai berkembang tahun 1950-an, yakni era jaminan mutu. Upaya mencegah kerusakan diyakini lebih baik daripada upaya memperbaiki cacat yang terjadi. Tahap kelima, dikenal sebagai Manajemen Mutu Total yang melibatkan semua stakeholder dalam memperbaiki proses secara berkesinambungan untuk memenuhi dan bahkan melampaui harapan pelanggan.
Pengawasan mutu merupakan bagian penting yang tidak dapat terpisahkan dalam industri farmasi, baik obat, obat tradisional, kosmetika, maupun makanan. Pengawasan mutu melibatkan penerapan pengetahuan terkini tentang berbagai metode analisis berikut cara memvalidasi metode analisis tersebut, berbagai instrumen yang digunakan dalam analisis, penanganan sediaan farmasi mulai dari bahan baku hingga pemantauan produk sediaan farmasi setelah diedarkan di masyarakat. Penerapan pengawasan mutu pada industri farmasi maupun makanan adalah untuk menjamin bahwa produk yang dibuat sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Asimetri Informasi
Pada saat kita memilih produk keperluan sehari-hari di rumah tangga, umumnya kita tidak mengetahui dengan baik mutu produk-produk tersebut. Produsenlah yang mengetahui dengan baik mutu produk yang dihasilkannya dibanding konsumen. Secara tidak langsung hal ini dapat merugikan konsumen dan juga menghambat terciptanya persaingan usaha yang sehat. Ketika salah satu atau beberapa pihak yang terlibat dalam suatu proses transaksi memiliki informasi lebih banyak dibandingkan dengan pihak lain, maka suatu kondisi asimetri informasi sedang berlangsung.
Untuk menghindari terjadinya hal ini kemudian kita mengenal istilah garansi atau jaminan yang diberikan oleh produsen untuk produk yang mereka hasilkan. Garansi ini adalah satu bentuk upaya untuk memperkecil asimetri informasi, karena dengan adanya garansi ini konsumen memperoleh informasi tambahan bahwa produk tersebut telah memenuhi standar tertentu. Selain dari garansi yang diberikan oleh produsen kita juga mengenal garansi atau jaminan yang diberikan oleh lembaga seperti Badan Standarisasi Nasional. Standar ini dapat bersifat wajib atau suka rela untuk diterapkan.
Selain garansi, jaminan serupa ini diberikan secara tidak langsung melalui izin edar. Untuk produk farmasi, alat kesehatan dan makanan, izin edar dikeluarkan oleh baik oleh Badan POM, Kementerian Kesehatan dan atau Dinas Kesehatan. Kosmetika misalnya memiliki kode NA setelah mendapatkan notifikasi. Izin edar makanan dibagi menjadi dua, yakni untuk industri besar mendapatkan kode MD atau ML sementara untuk industri rumah tangga PIRT. Obat dikelompokkan berdasarkan nama generik atau dagang (G atau D), golongan obat (bebas, bebas terbatas, keras, dsb) dan tempat produksinya. Obat tradisional dibedakan menjadi TR (jamu), OHT (obat herbal terstandar) dan FF (fitofarmaka). Alat kesehatan dibedakan menjadi produksi dalam dan luar negeri (AKD dan AKL), demikian pula perbekalan kesehatan rumah tangga (PKD dan PKL).

Produk farmasi dan makanan merupakan produk dengan risiko karena menyangkut kesehatan dan keselamatan manusia. Pendaftaran produk akan meminimalkan satu faktor risiko. Karena itu, pilihan yang paling tepat secara rasional dan emosional tentunya adalah memilih produk dengan izin edar. Sebagaimana cinta seorang ibu pada anaknya akan mendorongnya untuk memberikan yang terbaik bagi yang dicintainya. Tidak ada alasan untuk selainnya.

11 November 2015

Makanan dan Kenangan

Konon katanya, salah satu bentuk kebahagiaan adalah, di antaranya yakni bisa makan apa saja yang diinginkan tanpa perlu mengkhawatirkan kenaikan berat badan. Bagiku itu satu, dan satunya lagi itu, kamu. Dan saat makan bersama kamu, bahagiaku tak lagi satu, tapi menjadi dua, berlipat ganda. 

Pada umumnya kita manusia menyukai gratisan, biasanya. Itu sebabnya tak sedikit yang membeli barang yang tak diperlukan dan tak diinginkannya sebetulnya, toh membelinya juga karena ada promo beli satu gratis satu dan semacamnya. Kesenangan saat makan bersama kamu bukan karena gratis, karena berganti-ganti siapa yang membayar beberapa kali kita makan. Terkadang aku, sesekali kamu. Tak apa. Asalkan kita sama-sama menyepakatinya. Kita boleh jadi tetap memiliki perbedaan-perbedaan di antara persamaan yang ada. Tidak mengapa, asalkan kita senantiasa memaknainya dengan bijaksana, menjadikannya warna dalam lukisan pelangi hidup kita.

Perbincangan, mungkin itu yang menjadikan aktivitas makan kita menjadi berkesan dan menjelma kenangan. Percakapan saat menunggu pesanan, di sela-sela kunyahan, juga saat hidangan habis tanpa sisa di piring berpindah ke perut kita. Tentang kamu, tentang aku, tentang kita. Tentang persamaan-persamaan kita, tentang apa yang membuat kita berbeda, dan tentunya mengapa kita dipertemukan.  Mengapa kita dipertemukan...

Terima kasih ya telah sering menemani aku makan. 

18 Mei 2015

Summa Terra

“No country in the world is better supplied with water than the western coast of the island. Springs are found wherever they are sought for, and the rivers are innumerable; but they are in general too small and rapid for the purpose of navigation.”
Pasaje de: Marsden, William. “The History of Sumatra.” iBooks. Es posible que este material esté protegido por copyright.

Barang kali memang begitu melimpahnya karunia yang dicurahkan di pulau ini. Bukit yang begitu tinggi, padang yang sangat panjang, cuaca yang sejuk menenangkan menyenangkan. Tak kalah memikatnya, sajian kuliner yang senantiasa menggugah selera. Tak heran, salah satu makanan khas daerah ini menjadi urutan satu makanan terenak di dunia versi Ceu Een. 

Rumah makan Padang. Frasa ini mungkin salah satu ikon yang paling dikenal dari negeri Kampuang Nan Jauah Di Mato ini. Selain mudah ditemui nyaris di mana saja di seluruh belahan bumi ini, sebagian gaya rumah makan pun memiliki kekhasan, yakni pilihan hidangan disajikan semua di meja makan. Bayangkan apabila ada orang asing yang tidak paham budaya ini, lalu mengira bahwa ia telah memesan semua yang tersaji lalu harus menghabiskan. Malang sekali nasibnya.  

Selera orang Padang juga khas, pedas. Saya pernah mendapati anak kecil perempuan yang mengemil sesachet saos seperti layaknya cokelat Choki Choki. Luar biasa memang lidah orang Padang.

Demikian beberapa hal mengenai daerah ini, namun bagaimanapun tak berani saya sesumbar mengaku telah mengenal baik. Ini hanya pengamatan selintas. Hanya catatan ringan, yang barang kali bisa menjadi masukan pertimbangan bila Anda barang kali misalnya, terpikir untuk ... umm ... meminang seorang gadis Minang.