09 April 2008

Bukan Wira Usaha

Saya melihat ada hal yang mungkin terlupakan dalam wacana-wacana kewirausahaan. Mungkin karena dari istilahnya itu sendiri yang terkesan membatasi. Kewirausahaan. Berusaha sendiri (-an). Pengertian dan pemaknaan semacam ini membawa kita pada pengertian pada usaha yang dilakukan sendiri. Pada beberapa hal, paradigma ini tidak menjadi masalah, namun buat saya ini menjadi satu kelemahan tersendiri.


Saya berpendapat bahwa dunia ini tak melulu berisi kompetisi berdarah-darah. Kita akan dapat melakukan lebih banyak hal ketika kita bekerja sama. Human genome project misalnya, sebuah proyek yang awalnya dianggap mustahil tetapi ternyata lebih cepat rampung ketika digarap bersama-sama oleh ilmuwan dari seluruh dunia. Bahkan kelahiran kita ke dunia pun dimungkinkan antara lain karena berlangsungnya sebuah proses sinergis. Sperma terpilih (yang akhirnya menjadi kita) tak akan berhasil mencapai ovum jika dia berusaha sendirian dari awal. Harus ada sperma-sperma lainnya dalam jumlah cukup untuk membantunya mencapai ovum. Begitulah alam mengajarkan, sesuatu lebih mudah dicapai ketika kita bekerja sama.


Termasuk dalam bidang bisnis, kerjasama dapat membuat segalanya lebih mudah. Untuk beberapa orang, memulai bisnis sendirian dapat tampak sebagai sebuah usaha luar biasa berat layaknya memindahkan gunung. Seseorang misalnya memiliki kreatifitas luar biasa namun tak memiliki kemampuan untuk menerjemahkannya ke dalam eksistensi komersil. Atau orang yang supel bergaul dengan banyak orang tapi tak punya ide-ide segar. Dengan menjalin kerjasama yang baik, kekurangan-kekurangan manusiawi semacam ini dapat diminimalisir. Satu orang mungkin memiliki kelebihan dalam hal rencana dan strategi bisnis, yang lain mungkin memiliki keberanian mengambil resiko. Ketika karakter-karakter utama ini terkumpul pada satu titik, keberhasilan dalam bisnis dapat lebih mudah dicapai.


Terjun membangun bisnis adalah suatu hal yang perlu lebih banyak dilakukan. Namun kadang kendala yang timbul adalah kelemahan-kelemahan manusiawi sebagai pribadi membatasi. Untuk itulah tulisan ini dibuat, sekedar mengingatkan bahwa kita lebih bisa menghasilkan banyak hal dengan bekerja sama daripada selalu berkompetisi.


Situs dan Blog yang Dilarang Sekali

Belakangan Depkominfo sedang berusaha memberantas situs-situs yang "dilarang sekali".
Berikut sebagian situs dan blog yang menurut saya untuk mengunjunginya dilarang sekali :

Apotek Kita: Ide-ide segar tentang apotek dan apoteker, juga berita-berita menarik seputar itu. Kalau anda farmasis, cobalah untuk berkunjung.
Debu Terbang : Blog pribadi ini terasa seperti karya sastra zaman dulu, inspiratif dan enak dibaca
Media Ide : Bahasan menarik tentang advertorial dan sejenisnya
Netsains : Media sains yang dikemas populer dan menarik
Popsy : Menyajikan psikologi dengan bahasa populer sehingga enak dicerna (emang makanan?)

Ya anda dilarang sekali mengunjungi situs-situs ini, karena menurut saya sebaiknya anda mengunjunginya berkali-kali.

01 April 2008

Harapan Baru di Lumbung Padi

Pilkada Jabar yang akan digelar Tiga belas April menyertakan Tiga calon gubernur yang akan "bertarung" di kancah politik Jabar. Calon pertama adalah gubernur yang sedang menjabat, didukung koalisi partai yang juga memenangkan pilpres lalu. Calon kedua adalah tokoh nasional yang relatif dikenal, didukung koalisi beberapa partai. Calon ke-Tiga adalah Ahmad Heriawan dan Dede Yusuf, didukung PAN dan PKS, partai yang turut serta menggerakkan reformasi dan kemudian membentuk Fraksi Reformasi di DPR hasil pemilu 1999.


Sekitar sepuluh tahun lalu, gerakan reformasi membawa era baru di negeri Indonesia. Di DPR bahkan terbentuk fraksi reformasi yang berisi wakil rakyat dari PAN dan PKS yang turut serta mengawal kebangkitan reformasi. Kini, PAN dan PKS kembali berkoalisi dalam ajang pilkada Jabar memperebutkan kursi gubernur dengan dua pasang kandidat lain. Wacana yang diusung Ahmad Heriawan dan Dede Yusuf adalah Harapan Baru. Menyongsong perubahan di Jawa Barat yang diusung oleh kaum muda. Bukan hal yang ringan, kadang yang muda dipandang sebelah mata.


Setelah sehari sebelumnya menyampaikan visi-misi di depan anggota DPRD Jabar, Jumat 28 Maret 2008, Karawang menjadi tempat pertama kampanye pasangan Hade (Heriawan-Dede). Massa pendukung calon gubernur nomor urut 3 ini memadati lapangan Karang Pawitan. Saya yang baru tiba dari Jakarta kemudian tergoda untuk bergabung dengan kerumunan.


Dede Yusuf naik ke panggung kampanye, mengenakan kemeja putih bergaris-garis biru atau kemeja biru bergaris-garis putih. Persis seperti yang saya kenakan. Cuma bedanya beliau (calon) wakil gubernur Jawa Barat, sedangkan saya? Nggak jelas apa. Yang ada malah calon jenazah. Setelah beberapa sambutan dari tokoh-tokoh pendukung, Dede Yusuf mengajak para pendukung menyanyikan lagu Munajat Cinta-nya the Rock yang diplesetkan menjadi "Tuhan kirimkanlah aku gubernur yang baik hati, yang mencintai rakyatnya apa adanya". Ahmad Heriawan dan Dede Yusuf pun memaparkan visi-misinya dalam kampanye perdana (kayak voucher aja ada perdananya).


Tapi tampaknya untuk sebuah kampanye perdana, acara tersebut terasa kurang meriah. Mulai dari jumlah massa yang hanya tampak mengisi seperempat lapangan sampai pengisi acara yang minim. Mungkin karena hari kerja, entahlah.

Selamat Datang Harapan Baru Jawa Barat

Mau?

Bangkitlah negeriku, harapan itu masih ada. Harapan itu masih ada.